Oleh: greenroot | Februari 25, 2008

SESUNGGUHNYA AKU TAKUT….

Al Mubarrid menuturkan dari Abu Kamil, dari Ishaq bin Ibrahim, dari Raj’ bin Amru An Nakha’y, dia berkata, “di kota Kuffah ada pemuda yang tampan sekali wajahnya, rajin beribadah dan berijtihad. Suatu hari dia singgah di suatu kaum An Nakha’. Disana pandangannya berpapasan sengan seorang gadis cantik jelita dari kaum itu, sehingga dia langsung jatuh cinta kepadanya dan berpikir untuk memilikinya. Diapun singgah di tempat yang lebih sekat dengan rumah gadis itu, lalu mengirim utusan untuk menyampaikan lamaran kepada bapak sang gadis.

Namun ia dikabari bapaknya, bahwa gadis itu sudah di lamar anak pamannya sendiri. Tatkala keduanya semakin didera derita cinta, maka sang gadis mengirim utusan kepada pemuda untuk mengatakan, “Saya sudah mendengar tentang besarnya cintamu kepadaku. Akupun sedih karenanya. Jika engkau mau, maka aku bisa menemuimu, atau jika engkau mau, maka saya bisa mengatur cara agar engkau bisa masuk ke dalam rumahku.”Sang pemuda berkata kepada utusannya itu, “Dan tidaklah ada pilihan di antara kedua hal yang dicintai ini, “Sesungguhnya aku takut azab hari yang besar(hari kiamat), jika akumendurhakai Rabbku? Sesungguhnya aku takut api neraka yang baranya tidak pernah padam dan tidak surut jilatannya.

Tatkala utusan menyampaikan perkataan pemuda, maka sang gadis bertanya-tanya, “ Apakah dalam keadaan seperti ini dia masih merasa takut kepada Allah? Demi Allah, tak seorangpun yang lebih berhak atas demikian itu kecuali satu orang saja, sekalipun manusia bisa bersekutu dalam masalah ini.” Setelah itu, gadis tersebut memisahkan diri dari segala urusan dunia, semua ditinggalkan dan hanya beribadah semata. Tapi sekalipun begitu dia tidak mampu memadamkan cinta dan kerinnduannya kepada pemuda tersebut hingga dia meninggal dunia dalam keadaan seperti itu.

 Sang pemuda menziarahi makamnya, menangis disana dan berdoa baginya. Suatu hari dia tak kuasa menahan kantuknya tatkala sedang berada di atas makamnya, sehingga ia tertidur pulas. Lalu ia bermimpi melihat gadis yang dicintainya dalam rupa yang sangat menawan. Dia bertanya, “Bagaimana keadaanmu? Apa yang kau temukan setelah berpisah denganku?”Gadis itu menjawab, “Cinta yang manis wahai orang yang kubutuhkan. Cintamu adalah cinta yang menuntun kepada kebaikan dan kesantunan.”“Sampai kapan engkau dalam keadaan seperti itu?” tanya sang pemuda. “Hingga mencapai kenikmatan dan kehidupan yang tiada sirna di taman surga yang abadi, suatu keadaan yang tiada lenyap. ”Sang  pemuda berkata, “Sebutlah namaku disana, karena aku tak dapat melupakan dirimu.”

“Demi Allah, akupun begitu pula, tidak dapat melupakanmu. Aku telah memohon kepada pelindungku dan pelindungmu agar menyatukan kita berdua. Maka tolonglah untuk menggapai tujuan ini dengan sekuat tenaga.”“Kapan aku bisa melihatmu lagi?” tanya sang pemuda. “Tak lama engkau akan bertemu dengan aku dan melihatku,” jawab sang gadis.Setelah bermimpi seperti itu, pemuda tersebut hanya hidup selama tujuh hari.

[super mentoring senior]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: